Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Cara Membaca Grafik Saham yang Benar


 

Menentukan saham terbaik bukan perkara yang mudah, terutama bagi pemula yang baru berinvestasi saham. Padahal agar mendapat cuan melimpah, Anda wajib tahu cara membaca grafik saham yang ingin diinvestasikan terlebih dahulu.

Sebelum membahas mengenai cara untuk membaca grafik saham, apa sih gunanya sebuah grafik saham? Secara umum, grafik saham merupakan jenis grafik yang menunjukkan harga saham dengan periode waktu tertentu.

Dengan grafik saham, investor mendapat gambaran kondisi pasar sekaligus dapat memprediksi pergerakan harga saham untuk hari selanjutnya. Bentuk grafik saham juga ada banyak. Ada yang berbentuk batang, garis dan lilin.

Biasanya grafik lilin (candlestick chart) merupakan jenis grafik yang paling sering ditemui di pasar saham. Lantas bagaimana cara membaca grafik saham? Tenang saja karena di artikel ini kami bakal membahasnya.

Kenapa Memakai Candlestick Chart

Saat membaca grafik saham, para investor senang memakai candlestick chart dibanding jenis grafik saham lainnya. Pasalnya lebih mudah untuk dipahami dibanding memakai jenis grafik lain.

Di jenis line chart, grafik hanya menampilkan data harga ketika penutupan saja. Beda dengan candlestick chart, yang menyajikan berbagai data penting dan lengkap. Di antaranya harga pembukaan, harga tertinggi hingga harga penutupan.

Candlestick chart juga dilengkapi indikator berwarna hijau yang menampilkan harga saham sedang naik. Selanjutnya warna merah yang artinya harga suatu saham sedang turun.

Cara Membaca Grafik Saham Bagi Pemula

Bagi yang sudah berpengalaman, membaca grafik saham bukan perkara yang sulit. Pasalnya Investor berpengalaman sudah terbiasa berkecimpung di grafik saham yang tergolong rumit.

Bagaimana dengan pemula? Tentunya agak bingung karena belum terbiasa. Supaya tidak bingung, silakan ikuti cara baca grafik saham berikut :

  1. Membaca time frame

Membaca grafik saham yang benar bukan sekedar melihat arah pergerakan naik atau turun saja. Anda harus memperhatikan time frame (kerangka waktu) dari grafik saham. Akses dulu situs untuk melihat grafik saham, misalnya Yahoo Finance atau aplikasi trading lainnya.

Selanjutnya, tentukan nama saham yang ingin dicek grafiknya. Time frame grafik saham bisa anjlok parah dan naik drastis. Jangan terlalu ambil pusing karena itu hanya sekedar menggambarkan yang terjadi pada pasar saja.

  1. Mengenali trend harga

Anda juga harus memperhatikan tren harga saat membaca grafik saham. Dengan tahu trendharga, nantinya akan memudahkan pengguna memprediksi ke mana harga bergerak selanjutnya.

Setidaknya ada tiga jenis trend harga yang dapat Anda kenali, di antaranya :

       Bullishyang merupakan pergerakan harga naik dan terus naik alias up trend.

       Bearishyang menunjukkan bahwa pergerakan harga saham sedang turun.

       Sidewaysadalah jenis trend harga saham menyamping dan naik turun di kisaran harga tertentu.

Setiap grafik dapat menunjukkan pola harga saham sedang naik atau turun. Jika punya trend naik, beli saham dan jual setelah target harga terpenuhi.

  1. Cek support dan resistance harga saham

Cara membaca grafik saham selanjutnya adalah mengecek harga support dan resistancedari grafik saham tertentu. Dua hal ini menjadi patokan harga saham di periode tertentu.

Supportmerupakan penanda batas bawah yang menunjukkan harga saham di masa lalu menjadi berbalik naik setelah sebelumnya turun. Sebaliknya, resistance menjadi penanda batas atas harga saham setelah naik.

Cara membaca grafik saham menjadi bagian penting sebelum berinvestasi. Biasanya grafik saham serong digunakan pada investor yang ingin melakukan trading saham tertentu. Dengan tahu arah grafik saham, potensi cuan yang didapat juga semakin terbuka lebar.