Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saham Treasuri Sebagai Pilihan Investasi Modern


 

Saat ini, bidang investasi menjadi salah satu pilihan masyarakat modern untuk memutar harta benda yang dimilikinya, investasi tersebut dapat berupa emas, deposito, surat berharga, saham, dan obligasi.

Salah satu jenis saham yang terkenal di mata pengusaha ialah saham treasuri atau treasury stock, merupakan salah satu metode investasi yang mana para pelakunya biasanya merupakan pemilik saham perseroan yang menjual sebagian besar, kecil, maupun keseluruhan.

Saham Treasuri biasanya juga dikeluarkan untuk investor dan kemudian dibeli kembali oleh perusahaan lain atas nama perusahaan itu sendiri, hal ini dilakukan agar perusahaan memiliki cadangan modal, oleh karena hanya sebagai cadangan maka pemilik saham treasuri tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan pada saat pembagian hasil deviden.

Sasaran Pemakai Saham Treasuri

Biasanya, saham hanya terkait kepada mereka para konglomerat. Namun, kita yang belum merupakan bagian dari kaum konglomerat juga bisa membeli saham loh. Nah tetapi sebagai masyarakat kita juga harus menjadi pembeli yang pintar yang juga mengetahui sistem dan cara kerja dari saham yang menjadi pilihan kita dalam berinvestasi.

Salah satu saham yang perputarannya cepat dan kerap kali digunakan sebagai cadangan modal oleh para pemilik perusahaan yaitu Saham Tresuri. Memang, saham ini ditujukan hanya kepada mereka para pemilik perusahaan besar karena untuk menjalankan perusahaannya juga diperlukan modal yang cukup besar, dan juga seperti yang kita tahu bahwa cadangan modal sangat dibutuhkan bagi para pebisnis yang tentunya mengalami pasang surut dalam usahanya.

Metode Pemakaian dan Penjualan Saham Treasuri

Salah satu perusahaan yang kini akrab dengan kata Saham Treasuri ialah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang mengalihkan saham treasuri perseroan pada 22 September 2021 sebanyak 202.148.100 lembar dengan harga per lembarnya yaitu Rp. 2.280.

Dengan begitu maka PTBA akan meraih dana saham treasuri sebesar 691,17 miliar. Tentunya hal ini sangat menguntungkan untuk perusahaan, maka tak heran jika pemiliknya berani mengambil langkah untuk menjual salah satu aset berharga miliknya.

Untuk menyasar pembelinya, PTBA juga tidak sembarangan dalam memilih perusahaan tujuan, maka dari itu PTBA menyasar perusahaan besar dan tercantumlah sebuah nama perusahaan seperti PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Sekuritas.

Dengan demikian, maka saham treasuri dapat mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar terbuka karena metode yang digunakan adalah pendapatan hasil dari buyback saham.

Tujuan Dibuatnya Saham Treasuri

Sumber daya utama yang harus dimiliki ketika ingin membangun sebuah bisnis ialah tenaga kerja, ruang, dan yang terpenting ialah modal. Adapun modal juga bisa dikembangkan seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan perusahaan. Salah satu cara kita untuk menumbuhkan modal yaitu bisa juga dengan kita bekerja, menabung secara pribadi maupun berinvestasi.

Berinvestasi bisa bermacam bentuknya dan yang perlu diingat adalah bahwa berinvestasi tidak bisa kita rasakan langsung hasilnya atau dalam kata lain kita tidak bisa menikmati hasil investasi dalam kurun waktu 1-2 tahun, bahkan tidak bisa dihitung keuntungannya dalam hitungan hari, minggu, bahkan bulan.

Seperti yang kita ketahui bahwa bisnis kadang kala mengalami fase naik dan turun ketika berbicara mengenai deviden atau keuntungannya. Untuk mengatasi hal tersebut maka saham treasuri hadir dan bisa dikeluarkan oleh investor perusahaan atas nama perusahaan itu sendiri, tujuannya bukan untuk menambah keuntungan individu yang digerakkan secara pribadi atau untuk investasi individu karena saham ini bertujuan untuk menambah cadangan modal perusahaan.