Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Menyusun Portfolio Saham yang Terbaik

 


Pada zaman digital, investasi merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh semua kalangan. Investasi dibagi menjadi beberapa bagian, salah satunya yaitu investasi saham. Berikut ini adalah tips menyusun portfolio saham yang bisa diterapkan.

1.      Diversifikasi itu wajib

Portofolio yang terdiversifikasi membantu keseluruhan investasi Anda untuk menyerap guncangan dari setiap gangguan keuangan, memberikan keseimbangan terbaik untuk rencana tabungan Anda.

Namun diversifikasi tidak terbatas hanya pada jenis investasi atau kelas sekuritas; investasi saham juga meluas dalam setiap kelas keamanan. Hal ini harus dilakukan demi keamanan saat menyusun portfolio saham.

Bayangkan jika Anda menaruh banyak telur dalam satu kantong plastik. Beresiko besar bukan? Berinvestasi dalam industri yang berbeda, rencana bunga, dan tenor akan membantu.

Misalnya, jangan menaruh semua investasi Anda di sektor farmasi, meskipun sektor tersebut berkinerja terbaik di tengah pandemi Covid-19. Diversifikasilah saham Anda di sektor lain yang sedang berkembang, seperti teknologi pendidikan atau teknologi informasi.

2.      Yang Mana Tipe Anda?

Secara umum, ada dua jenis dasar investasi – saham dan obligasi dalam rangka menyusun portfolio saham. Apabila saham dipandang berisiko tinggi dengan pengembalian tinggi, obligasi biasanya lebih stabil dengan pengembalian yang lebih rendah.

Tips menyusun portfolio saham dan meminimalkan resiko, Anda harus membagi alokasi aset di antara dua opsi ini. Triknya terletak pada penyeimbangan resiko.

Distribusi aset biasanya didasarkan pada usia dan gaya hidup. Pada usia yang lebih muda, Anda dapat mengambil risiko yang lebih tinggi pada portofolio, dengan cara memilih saham yang menawarkan pengembalian tinggi.

Jika Anda sudah memiliki keluarga, Anda harus lebih berhati-hati tentang investasi. Hal ini dikarenakan jika Anda kehilangan uang, karena saham yang beresiko tinggi, keluarga Anda akan mengalamai kesulitan finansial. Untuk itu, investasi pada obligasi akan lebih baik karena memiliki resiko yang lebih rendah.

3.      Melakukan analisis saham sebelum berinvestasi

Tips menyusun portfolio saham yang selanjutnya adalah meminimalkan ketidakpastian transaksi saham dengan menerapkan analisis risiko kualitatif sebelum membeli atau menjual saham.

Analisis risiko kualitatif memberikan peringkat yang telah ditentukan sebelumnya untuk menilai keberhasilan proyek. Untuk menerapkan prinsip yang sama, Anda harus mengevaluasi saham melalui parameter khusus yang menunjukkan stabilitas atau potensinya untuk melakukannya dengan baik.

Parameter ini akan mencakup model bisnis yang kuat, integritas manajemen senior, tata kelola perusahaan, nilai merek, kepatuhan terhadap peraturan, praktik manajemen risiko yang efektif, dan keandalan produk atau layanannya, ditambah dengan keunggulan kompetitifnya. 

4.      Berinvestasi di reksadana dengan tujuan saham

Jika Anda merupakan seseorang yang tidak ingin resiko yang tinggi dalam berinvestasi saham namun tetap ingin return yang lumayan, Anda bisa mencoba reksadana saham. Mengapa? Reksadana ialah suatu sarana investasi yang dikelola oleh manajer investasi, yang ditujukan agar Anda memperoleh pengembalian yang stabil.

Untuk itu, reksadana saham perlu dipertimbangkan agar penyusunan portfolio Anda tidak mengalami resiko yang terlalu tinggi.

5.      High risk, high return

Ketika Anda memilih yang mana saham untuk dibeli, Anda harus melakukan pertimbangan seperti apakah karakter Anda dalam menyusun portfolio saham. Apakah Anda seseorang yang cinta tantangan dan mudah mengambil resiko?

Ataukah Anda merupakan seseorang yang cinta dengan situasi yang pasti, terarah dan stabil. Hal ini bisa tercermin ketika melakukan pembelian saham. Tidak ada saham yang memiliki return tinggi namun memiliki resiko rendah. Untuk itu, perlu riset terlebih dahulu sebelum membeli saham demi penyusunan portfolio yang bersifat beragam.

Menyusun portfolio saham memang hal yang tidak mudah dan perlu uji coba berulang kali agar punya pengalaman berharga. Namun, ketika kita telah melakukan riset, membaca buku, menonton konten yang membangun, serta memiliki relasi terkait saham, niscaya kita akan memiliki portfolio saham yang solid untuk masa depan.